Ada saat sedang Booming Batu Permata atau Batu Mulia, atau apapun yang pasti berasal dari batu atau batuan dan sudah di kemas oleh tangan manusia sehingga menjadi suatu benda berharga lebih. Untuk mempunyai nilai lebih, maka penjual batu permata dengan segala daya upaya melakukan banyak usaha yaitu:
1. Shapping - Membentuk dengan baik
2. Lustering - Menggosok menjadi berkilau
3. Hardness - Kekerasan skala Mohs
4. Colorring - Warna batu
5. Texture - Corak, kembangan
6. Estetism - Menjadikan unik dan indah
Usaha tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu batu permata itu sendiri dari sisi keindahan, segi bentuk, estetika, unik dan membuat cantik di jemari tangan.
1. Shapping : membentuk batu permata, misalnya menjadi cincin, leontin atau gelang tasbih. Bentuk batu cincin hendaknya jangan terlalu norak, terlalu cembung juga kurang menarik, datar juga menjadi tidak bersifat hokki, sedikit cembung mungkin akan lebih pas untuk menggambarkan bentuk dome dari batu cincin anda. Sedang bentuk terlalu cembung bahkan piramidal akan mengganggu anda beraktifitas secara lepas di kantor atau tempat kerja lainnya, terlalu norak kurang eksekutif.
Untuk batu leontin sebaiknya bentuk yang unik, berupa lingkaran, tetes air, atau eleptis, atai segi empat, belah ketupat, semua menjadi menarik setelah dipadukan dengan jenis batuannya, pola pola batuan berterkstur breccia dan zonning akan memberikan warna lebih interest dan hokki bila dipakai wanita aktif, pola pola homogene dengan fixed color akan memberikan jiwa yang pasif, stabil dan calm. Semua tergantung pada diri pemakai, rasakan beberapa saat atau beberapa hari kemudian setelah sering mempergunakan batu cincin atau batu leontin, adakah rasa nyaman, atau aggresif, atau calm pada perasaan dan jiwa.....tentu secara sangat halus dan sangat transparan di dalam Jiwa dan raga .
2. Lusterring : membuat batu itu menjadi kilap, yang bersifat macam macam ada yang soapy (seperti sabun) ada yang vitreous ( seperti kaca) . Kilap yang seperti kaca inilah yang umumnya terdapat pada batu cincin yang berasal dari batuan keras diatas 6 skala Mohs. Lihat saja corondum yang menjadi berkilau setelah digosok itu mempunyai kekerasan 9 dan oleh umum batu cincin ini disebut ruby yang dapat berwarna merah, bening atau kecoklatan. Usaha penjual batu permata umumnya mempergunakan berbagai peralatan untuk membuat batu cincin dagangannya menjadi mengkilap , antara lain dengan menggosoknya pada bambu, amplas cat mobil, serbuk sirkon, serbut intan.
3. Hardness : kekerasan pada batu permata itu sangat ditentukan dari pada asal batuan aslinya dan ini tergantung dari pada jenis mineral batu itu sendiri. Batu yang banyak mengandung unsur silica (SiO2) akan membentuk batu yang lebih keras dari pada batu yang mengandung lebih banyak unsur sulfat atau alkali atau logam lainnya. Di alam unsur silica ini mendominasi sebagai penyususn kerak bumi dan diikuti oleh unsur lainnya, sehingga setiap batu cincin yang tampak kilap akan dapat dipastikan mengandung unsur silica.
4. Colorring - Warna batu permata berasal dari aslinya batu mentah sebelum digosok dan tidak ada rekayasa memberi warna batu. Batu berwarna sudah asli bersama pembentukan batu itu sendiri kalau memang asli ya. Dalam hal ini warna terjadi oleh adanya campuran unsur tertentu sehingga menjadi satu didalam mineral pembentuk batuan itu sendiri.
Warna batu cincin maupun batu permata lainnya akan memberikan suatu rasa kedalam jiwa si pemakai batu tersebut dan dari pada warna tersebut muncullah suatu sugesti bahwa cincin batu yang dipakai akan membawa keberuntungan. Syukur Alhamdhulillah apabila itu membawa keberuntungan dan tentunya semua berasal dari Allah Yang Maha Hidup. Adalah suatu image dan sugestion saja dari pada bebatuan yang ada di badan ini.
Misalnya : Unsur Cobalt(Co) - menjadikan warna ungu - merah
Unsur Iron(Fe) - menjadikan warna merah
Unsur Chromium(Cr) - menjadikan warna orange
Unsur Copper(Cu) - menjadikan warna biru
Unsur Manganesse(Mn) - menjadikan warna pink
Unsur Nickel(Ni) - memberikan warna hijau
Unsur Vanadium(V) - memberikan warna merah - orange
Unsur Uranium(U) - menghasilkan warna kuning
5. Texture : Setiap batuan mempunyai texture nya masing masing seiring dengan genesa asal usul terjadinya, ada yang mempunyai texture masive-pejal, ada yang bergaris-zonning, ada yang berbintik bintik - spot , ada yang blocky - bouldering, atau tersusun oleh masa dasar dan fragmen menjadi satu kesatuaqn dalam batu mulia itu sendiri dan dsebut sebagai breccia atau conglomerate. Ini akan memberikan efect tersendiri pada saat batu tersebut dibentuk menjadi batu permata cincin atau leontin.
Namun banyak efect unik yang ditimbulkan dari texture tersebut, cuba saja klo pernah melihat batu akik dengan gambar huruf arab tertentu, atau ada yang benbentuk hewan tertentu buaya, atau kucing dan masih ada lainnya. Nah secara umum texture tersebut menjadi nampak dalam kemas batu permata setelah dilakukan pemotongan tepat, menggosoknya dengan tepat dan memberikan pengikat dengan mantap, maka jadilah cincin batu akik yang bernilai lebih di dalam pemasaran.
6. Estetism : pada bagian keindahan atau estetika, maka pengrajin batu batu mulia akan berusaha semaksimalnya untuk menghasilkan inovasi inovasi yang menarik dan ini dapat dijumpai di pasar bebas. Banyak variasi bentuk dan ukuran serta warna batu permata. Ada yang sederhana , warna putih biasa, putih susu, sampai putih bening dan ada berwarna hijau, merah, kuning maupun warna tengahan di antaranya.
Batuan yang baik bukan saja dari pengikatnya terbuat berbahan dasar emas atau perak, namun dapat saya sebutkan penilaian batu baik dapat dilihat dari asal bahan mentahnya, kemudian kesuksesan membentuk, memotong dan terakhirnya finishing dalam artian menggosoknya.
Tentunya semakin susah dikerjkan akan semakin mahal nominalnya, pun semakin mempunyai daya tarik batu permata tersebut. Apalagi kalau masih dipahami mempunyai tuah atau sugestion bagi pemakai batu permata tersebut, maka akan semakin memberikan nilai tambah.
"Batu akik untuk keberuntungan anda"
Informstive blog,
ReplyDeletekeep in writing