Pages

Monday, 9 March 2015

Fenomena Batu Akik


Batu akik ataupun batu permata menjadi fenomenal saat ini dari kalangan masyarakat awam yang dulu tidak kenal apa itu cincin batu sampai kepada pejabat tingkat atas bahkan semenjak jaman presiden pertama Republik Indonesia Soekarno..sudah memakai cincin yang terkenal Merah Delima yang konon membius warna air pada waktu kunjungannya di Amerika Serikat bersama Presiden Eizenhower air kolam renangnya menjadi kemerahan. ...percaya apa tidak ..ini konon pernah terjadi.
Ada lagi pada jaman kunjungan Presiden Obama ke Indonesia bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada waktu itu cincin batu bacan yang bertipe super, doko dan palamea.
Dan sekarang lah batu cincin yang biasa di jari manis menjadi sebuah untaian daya tarik disetiap kesempatan, di kedai kopi, di kantoran, di ruang tunggu, di plaza di mall, di tempat hiburan di Kota sampai ke Desa  dan inilah menjadi sebuah trend yang membawa dampak positip bagi masyarakat penjual  benda batu akik maupun asesorinya.
Apa macam yang paling menjadi fenomenal dari batu akik sekarang ini antara lain :
Panca Warna:

Batu ini berasal dari daerah Garut dan Tasik Malaya dan sekitarnya, dan adalah suatu proses hidrothermal dalam kurun masa geologi lampau yang telah membentuk batu ini, merupakan rangkaian proses evolusi geologi alam Jawa Selatan. Mineralisasi yang terjadi secara simultan bersama sama mengalirkan suatu cairan panas bernuansa silica dan mineral mineral lain sehingga terbentuk warna warni disebut pancawarna karena setidaknya ada lima warna berbeda. Dari segi keindahan warnanya serta kilap itulah menjadikan batu ini bernilai untuk diperjual belikan, apalagi yang bercorak suatu ikon ataupun fenomena tertentu akan menjadi suatu daya tarik dahsyat bagi penggemar atau kolektor batu tersebut. Dengan hadirnya corak dari warna tersebut yang menghadirkan bentuk misalnya huruf arab, tokoh wayang dan sebagainya maka dipercaya ada khasiatnya untuk keberuntungan si pemakai cincin batu tersebut. Bentuk corak dan tekstur dari batuan tersebut dapat dari adanya zoning yang merupakan tingkat level pembentukannya pada saat itu secara bertahap dan sangat perlahan secara evolusi. Umumnya batuan asalanya dijumpai di perbukitan sepanjang Selatan Jawa, Pacitan, Garut, tasik Malaya. Perhatikan daerah ini semua merupakan daerah mineralisasi yang ditandai sekarang tampak adanya biji besi, bahkan emas di sana. umumnya kekerasan batuan ini 7 skala Mohs

Akik Hijau:
Batu yang berwarna hijau ini dapat berupa hijau lumut maupun hijau saja sampai hijau tembus sinar, inilah yang memberikan nilai tambah bagi cincin hijau tersebut. Kilap kaca, warna hijau sampai kehijauan, tembus sinar, memendarkan sinar, mempunyai kekerasan sd 6.7  dan 7  skala Mohs. Batuan ini dapat berupa Jadeite, maupun Nephrite yang mempunyai warna hijau dilapangan.
Sekarang fenomenal warna hijau ini menjadi sangat menarik setelah BATU BACAN menjadi trend dipakai di masyarakat. konon pemantiknya adalah pak Obama dan pak SBY yang pada saat itu memakai cincin berwarna hijau disebut Giok dari batu Bacan yang sebenarnya adalah dari Pulau Kasiruta.
Dilapangan batuan hijau ini merupakan urat jadeite dan nephrite di antara batuan terobosan yang sangat keras dan sulit dipahat di bukit rendah di pulau Kasiruta. Tidak mudah orang langsung mendapatkan batruan ini, apa lagi pada jaman dulu, namun sekarang dimana mana sudah di jangkau unutuk mendapatkan batu giok yang antara lain di Aceh, di Nagan Raya, di Sulawesi di Donggala, di Garut dan Tasik Malaya. 

No comments:

Post a Comment